Cara Membangun Home Server Dual WAN Menggunakan MikroTik hEX RB750Gr3 untuk Proxmox dan Hosting Website

Pendahuluan

Saat ini kebutuhan akan home server semakin meningkat. Banyak orang mulai membangun server pribadi di rumah untuk kebutuhan hosting website, WordPress, Docker, Proxmox, VPN, CCTV, hingga cloud storage pribadi. Namun tantangan terbesar ketika membangun home server adalah kestabilan koneksi internet.

Pada artikel ini saya akan membagikan pengalaman membangun sistem jaringan home server menggunakan dual ISP dengan router MikroTik hEX RB750Gr3 sebagai pusat kendali jaringan.

Topologi ini memungkinkan:

  • Failover internet otomatis
  • Hosting website dari rumah
  • Koneksi lebih stabil
  • Infrastruktur lebih profesional
  • Persiapan menuju homelab atau mini datacenter

Topologi Jaringan

Berikut topologi jaringan yang digunakan:



Pada topologi tersebut:

  • MyRepublic digunakan sebagai internet utama
  • MVHome digunakan sebagai backup otomatis
  • MikroTik menjadi pusat routing dan failover
  • Semua server berada di belakang MikroTik

Kenapa MikroTik hEX RB750Gr3?

Router ini sangat populer untuk kebutuhan homelab dan jaringan skala kecil hingga menengah karena memiliki fitur enterprise dengan harga yang terjangkau.

Beberapa keunggulan MikroTik hEX RB750Gr3:

  • 5 Port Gigabit
  • Mendukung Dual WAN
  • Mendukung Failover Otomatis
  • Firewall Profesional
  • VPN Server
  • VLAN
  • Monitoring Trafik
  • Konsumsi listrik rendah
  • Stabil berjalan 24 jam

Router ini sangat cocok digunakan untuk:

  • Home Server
  • Proxmox
  • Hosting Website
  • Kantor kecil
  • Pondok pesantren
  • Sekolah
  • Warnet


Persiapan Hardware

Sebelum memulai konfigurasi, siapkan beberapa perangkat berikut:

Hardware

1. MikroTik hEX RB750Gr3

Digunakan sebagai router utama.

2. Koneksi Internet Dual ISP

  • ISP 1: MVHome
  • ISP 2: MyRepublic

3. Switch Gigabit

Digunakan untuk mendistribusikan jaringan ke server dan access point.

4. Server Proxmox / Ubuntu Server

Digunakan untuk hosting website dan virtualisasi.

5. Access Point WiFi

Digunakan untuk distribusi WiFi di rumah.


Tahapan Setting MikroTik hEX RB750Gr3

Tahap 1 — Reset MikroTik

Sebelum melakukan konfigurasi, reset MikroTik ke kondisi default.

Cara Reset

  1. Nyalakan MikroTik
  2. Tekan tombol reset selama ±10 detik
  3. Tunggu router reboot

Tahap 2 — Install Winbox

Download aplikasi Winbox melalui website resmi MikroTik.

Website resmi:

https://mikrotik.com/download

Download: WinBox64.exe

Winbox digunakan untuk melakukan konfigurasi MikroTik dengan mudah melalui GUI.


Tahap 3 — Login ke MikroTik

Langkah Login

  1. Sambungkan laptop ke port ether3
  2. Buka aplikasi Winbox
  3. Masuk ke tab “Neighbors”
  4. Klik MikroTik yang muncul
  5. Login menggunakan:

| Username | Password |

| ------------ | ------------ |

| admin       | kosong     |


Klik tombol Connect.


Tahap 4 — Hapus Konfigurasi Default

Agar konfigurasi lebih bersih dan mudah dikelola, hapus konfigurasi bawaan MikroTik.

Langkah

Masuk ke: System → Reset Configuration

Checklist:  No Default Configuration

Klik: Reset Configuration

Router akan reboot.


Tahap 5 — Rename Interface

Agar lebih mudah dipahami, rename setiap port.

Masuk ke: Interfaces

Rename menjadi:


| Port   | Nama       |

| ------ | ------------ |

| ether1 | WAN-MYREP  |

| ether2 | WAN-MVHOME |

| ether3 | LAN        |

| ether4 | LAN2       |

| ether5 | LAN3       |


Tahap 6 — Setup IP LAN

Masuk ke: IP → Addresses

Tambahkan IP berikut:


| Address         | Interface |

| ---------------- | ---------- |

| 192.168.10.1/24 | LAN       |


IP tersebut akan menjadi gateway utama seluruh jaringan.


Tahap 7 — Setup DHCP Server

Masuk ke: IP → DHCP Server

Klik: DHCP Setup

Pilih interface:  LAN

Gunakan pengaturan berikut:


| Pengaturan | Nilai                        |

| ---------- | ---------------------------- |

| Gateway    | 192.168.10.1                 |

| Pool DHCP  | 192.168.10.10-192.168.10.250 |

| DNS        | 1.1.1.1                      |


Klik Finish.


Tahap 8 — Setup Internet MyRepublic

Masuk ke: IP → DHCP Client

Tambahkan DHCP Client baru.

Pengaturan:


|      Interface      |

| ------------------ |

| WAN-MYREP |


Checklist:

* Add Default Route

Klik Apply.


Tahap 9 — Test Internet

Masuk ke: New Terminal

Lakukan ping:

ping 8.8.8.8

Jika muncul reply, maka internet sudah berhasil terkoneksi.


Tahap 10 — Setup Internet MVHome

Tambahkan DHCP Client kedua.

Masuk ke: IP → DHCP Client

Tambahkan:


|        Interface        |

| --------------------- |

| WAN-MVHOME |


Klik Apply.


Tahap 11 — Setup Failover Otomatis

Masuk ke: IP → Routes

Buat dua route berikut:

Route Utama


| Dst Address | Gateway            | Distance |

| ----------- | ------------------ | -------- |

| 0.0.0.0/0   | Gateway MyRepublic | 1        |


Route Backup


| Dst Address | Gateway        | Distance |

| ----------- | -------------- | -------- |

| 0.0.0.0/0   | Gateway MVHome | 2        |


Penjelasan:

  • Distance 1 = prioritas utama
  • Distance 2 = backup otomatis

Jika MyRepublic mati, maka koneksi otomatis berpindah ke MVHome.


Tahap 12 — Setup NAT Masquerade

Masuk ke: IP → Firewall → NAT

Tambahkan rule berikut:

NAT MyRepublic


| Pengaturan    | Nilai      |

| ------------- | ---------- |

| Chain         | srcnat     |

| Out Interface | WAN-MYREP  |

| Action        | masquerade |


NAT MVHome

| Pengaturan    | Nilai      |

| ------------- | ---------- |

| Chain         | srcnat     |

| Out Interface | WAN-MVHOME |

| Action        | masquerade |


Tahap 13 — Test Failover

Cabut kabel internet MyRepublic.

Jika konfigurasi benar:

  • internet tetap berjalan
  • koneksi otomatis menggunakan MVHome


Sambungkan kembali kabel MyRepublic:

  • koneksi otomatis kembali menggunakan MyRepublic


Tahap 14 — Menghubungkan Server Proxmox

Hubungkan Proxmox ke switch LAN.


Gunakan konfigurasi IP statis:


| Device   | IP           |

| -------- | ------------ |

| MikroTik | 192.168.10.1 |

| Proxmox  | 192.168.10.2 |


Gateway:  192.168.10.1

DNS:  1.1.1.1


Tahap 15 — Hosting Website Dari Rumah

Jika ISP menyediakan public IP, maka website dapat diakses langsung dari internet.

Beberapa layanan yang bisa dijalankan:

  • WordPress
  • aaPanel
  • Docker
  • Nginx Proxy Manager
  • Nextcloud
  • VPN


Keuntungan Infrastruktur Ini

Dengan topologi ini, home server menjadi jauh lebih stabil dan profesional.

Beberapa keuntungan:

  • Internet failover otomatis
  • Server lebih aman
  • Infrastruktur scalable
  • Cocok untuk homelab
  • Mendukung virtualisasi
  • Mendukung hosting website
  • Monitoring jaringan lebih mudah

Membangun home server tidak harus mahal. Dengan kombinasi MikroTik hEX RB750Gr3, dual ISP, dan Proxmox, kita sudah bisa memiliki infrastruktur jaringan yang sangat powerful untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis kecil.


Tahap berikutnya yang bisa dikembangkan:

  • VLAN
  • VPN
  • Reverse Proxy
  • Monitoring Server
  • Docker Cluster
  • Cloud Storage Pribadi
  • Firewall lanjutan
  • IDS/IPS
  • Backup otomatis


Semoga artikel ini membantu Anda yang sedang membangun home server dan homelab di rumah.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال